Mengenai Saya

Foto saya
Saya suka dunia Pertanian, khususnya bidang Peternakan

Minggu, 01 Juli 2012

Kisahku Untukmu
Aku teringat saat kepergianku pertama menuju Purwokerto untuk belajar di Universitas Jenderal Soedirman. Saat kepergianku ke Purwokerto, ibu, ayah, dan adikku mengantarkan aku sampai ke Pertigaan dekat kantor polisi Pituruh untuk menunggu temanku bersama keluarganya yang akan mengantar kami ke Purwokerto dengan mobil. Ayahku membawakan sekarung beras ukuran 10 kg, namun sepertinya lebih dari 10 kg, karena ayahku mengemasnya dengan padat. Sudah membawa beras seberat itu, masih ditambah dengan tas koper yang berisi pakaianku saat di Purwokerto nanti. Betapa kuatnya ayahku, karena beliau membawa semuanya itu hanya dengan sepeda ontel. Bahkan aku hanya membonceng adikku, padahal adikku masih terlalu lemah untuk membawa beban seberat tubuhku ini menggunakan sepeda. Saat itu aku hanya seperti raja yang memerintah bawahannya. Aku sangat berdosa. Tak lama kemudian ibuku menyusul dengan mengayuh sepeda tuanya. Ibu membawakan aku jaket agar aku tak kedinginan saat jauh darinya, tampak sekali wajahnya yang lelah. Aku tau pasti ibu mengayuh sepedanya dengan kencang karena takut aku sudah berangkat. Namun aku menolak membawa jaket itu karena terlalu kecil. Pasti ibu sangat kecewa saat itu. Aku sudah menyia-nyiakan perjuangan ibu untuk sampai disini. Aku menyesali kejadian itu. Jika waktu bisa kembali, aku akan menerima jaket dari ibu dan mengucapkan terimakasih serta mencium tangannya.  Betapa besar perjuangannya.
Aku sudah janjian dengan temanku dilokasi itu dan berencana berangkat jam 13.00. namun temanku dan keluarganya tak kunjung dating. Saat itu cuaca sangat panas dan terik. Ibu, ayah, dan adikku aku suruh pulang dahulu. Namun mereka menolak dan baru akan pulang ketika aku sudah naik mobil dan berangkat. Aku sangat kasihan pada ayah dan ibuku, karena baru saja mereka pulang dari sawah dan langsung mengantarku kepergianku, pasti mereka sangat lelah. Setelah jam 14.00 temanku dating bersama keluarganya. Kami saling bersalaman dan ayahku berkata pada keluarga temanku “nuwun sewu,ngrepoti niki kula titip anak kula”. Yang artinya maaf merepotkan, saya titip anak saya. Aku bersalaman pada ibu, ayah, dan adikku. Ayah berpesan padaku untuk sholat yang rajin dan belajar yang benar. Aku juga berpesan pada adikku untuk belajar yang baik. Aku pergi bersama temanku dan keluarganya dengan menggunakan mobil. Ibu, ayah, dan adikku pulang dengan mengendarai sepeda ontelnya masing-masing.
Hari-hari aku lewati di Purwokerto dengan senang. Karena disanaaku menemukan banyak teman baru. Hal ini membuat aku sedikit lupa dengan keluarga. Aku jarang telepon keluarga, sms pun jarang. Padahal ibu, ayah dan adikku selalu merindukan aku. Mungkin dengan sebuah sms saja mereka sudah cukup senang. Yang paling sedih ketika aku tinggalkna adalah adikku. Dia sering kali menangis ketika mengingat kakaknya tak ada didekatnya. Memang setiap hari aku selalu bercanda dan bermain dengan adikku. Bahkan aku dan adikku jarang sekali bertengkar. Mungkin keakraban inilah yang membuat adikku merasa sangat kehilangan aku saat aku tak di rumah. Setiap bulan aku sempatkan untuk pulang menjenguk keluarga. Hanya 3 hari aku dirumah dan pergi lagi untuk kuliah. Aku jarang membawa oleh-oleh untuk keluarga, padahal setiap aku pulang selalu dibawakan makanan dan cemilan oleh ibu sampai tasku penuh.

Tidak ada komentar: